Terbaru

Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 05 Desember 2019

Para Pemuda Selandia Baru Suka Nonton Pornografi Yang Berbau Pemaksaan

Z-GENERATION - Bukan rahasia lagi bahwa banyak orang suka menonton film porno di internet. Namun, masih sedkit yang melakukan studi terakit perilaku penikmatnya dan estimasi dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.


Pemerintah Selandia Baru adalah satu dari sedikit mempelajari jenos video seperti apa yang disukai oleh masyarakatnya. Dilansir dari NZ Herald, lebih dari sepertiga konten porno yang ditonton anak muda negara itu mengandung unsur pemaksasn atau aktivitas seksual tanpa konsep.

1. Pemerintah  menganalisa 200 video dari Pornhub

Hasil tersebut didapat oleh Kantor Klasifikasi, sebuah pemerintah, dengan cara menganlisa 200 video paling populer yang ditonton warga Selandia Baru di situs Pornhub pada 2018. Kepala Sensor David Shanks menyebut dalam laporan pertama itu memperlihatkan kebiasaan anak yang sangat problematik.

Mereka menyukai video porno yang bersifat memaksa terhadap objeknya dan mayoritas adalah perempuan di mana terdapat ketidakseimbangan kuasa. Dalam video seperti itu digambarkan bahwa pennolakan perempuan tidak dianggap serius oleh laki-laki yang tetap bersikeras ingin melakukan hubungan seksual.

"Sering kali video dengan konten itu akan dimulai oleh pasangan yang enggan, biasanya perempuan, yang awalnya berkata  'tidak' untuk berhubungan seksual tapi penolakan awal itu diatasi melalui pemaksaan dan tekanan bersifat halus oleh laku-laki. Aktrisnya kemudian digambarkan menikmati suksual-kenikmatan kontak seksual-kenikmatan perempuan sangat terlihat dalam 99 persen video," katanya.

2. Hampir separuh menyukai video yang melibatkan hubungan keluarga tiri


Temuan lain yang mengejutkan, menurut Shanks, adalah bahwa hampir separuh dari video-video paling populer mengandung narasi yang melibatkan hubungan seksual antara anggota keluarga dan saudara tiri. Misalnya, antara ibu dengan anak tiri laki-lakinya. Tren pornografi keluarga tiri juga menjadi tema besar dalam industri porno di seluruh dunia.

"Ini bukan sesuatu yang diketahui dalam riset konten awal, khususnya riset pra-internet," ujar Shanks. "Ini mengejutkan dan sedikit mengguncang," tambahnya.

Lebih lanjut, narasi saling mengasihi antar pasangan hanya ada di sekitar seperempat klip yang dianalisis. Kemudian, hanya tiga persen aksi yang aktornya menggunakan kondom.

3. Anak muda diprediksi terpengaruh konten-koonten tersebut dalam kehidupan seks mereka


Penonton video porno Selandia Baru juga menikmati narasi kekerasan di mana 10 persen konten memperlihatkan adegan agresi fisik dan sembilan persen mengandung bahasa atau umpatan merendahkan. Shanks pun memprediksi kebiasaan ini berpengaruh terhadap perilaku anak-anak muda.

Ini karena orang dewasa memperlakukan pornografi sebagai fantasi semata, sedangkan anak-anak muda menjadikannya medium untuk belajar tentang hubungan seksual. "Bagi para pemuda, atau orang-orang yang cenderung suka kekerasan, tema-tema berulang yang memperlihatkan kata 'tidak' berubah 'ya' bisa dengan sangat mudah menjadi problematik," ujar dia.

Ia melanjutkan, dari riset terakhir ini pornografi menjadi contoh sangat buruk bagi anak-anak muda yang sedang mengembangkan pemahaman mereka soal persetujuan dan seperti apa sebuah hubungan seksual yang sehat. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada konten yang menjelaskan cerita fantasi dan realita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot